“Mau apa kamu?”kataku.
“Namaku Dea, Kamu?” Aku pun tersenyum padanya. Hingga ku tak merasa kesendirian lagi.
“kiky” Dia pun kembali tersenyum kepadaku.
Kemudian, dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.
“Nih, Aku ada 2 kalung. Jika di satukan membentuk sebuah gambar hati dan ada namaku.. Yang satunya punyaku dan yang satu lagi untukmu” Katanya sambil menyerahkan kalung berbentuk setengah hati miliknya.
Aku pun meraih kalung itu dari tangannya. “Terima kasih iya” Ucapku.
“Iya” Katanya..
Lalu, kami pun tertawa bersama. Dan tak lama, Ibunya memanggil dari kejauhan untuk segera pulang.
“Aku pulang dulu yah.. nanti aku akan kembali melihat kalungku. Kamu jaga dengan baik iya.. Dadah”.
“Daaaaa” Teriakku sambil ikut melambaikan tanganku untuk melepas kepergiannya.
“Dea kemana aja? Maafin mama iya..” Ibu pun memelukku. Tampak garis kekhawatiran di wajahnya.
Sampai sekarang aku menjadi suka sekali dengan coklat. Kemana-mana aku pasti membawa coklat di kantongku maupun di tasku. Hingga ku di juluki Miss.Coklat. Aku tak peduli dengan julukan itu. Yang penting buatku, coklat selalu bisa buat ku senang dalam susah dan duka ku.
@Taman
Aku pun melihat sekeliling taman yang di tumbuhi bunga-bunga indah dan tak terlepas bayanganku seketika waktu aku msih kecil. Di mana aku di sini bertemu seorang yang mampu menepis kesepianku. Dialah yang ku tunggu-tunggu selama ini, bertahun lamanya.
Kini, kalung pemberian nya pun sudah terlalu kecil. Aku pun memutuskannya dan menjadikannya sebuah gelang yang selalu ku pakai di tangan kanan ku. “Hhh… Mungkinkah dia masih mengenalku setelah bertahun-tahun?” Pikirku. “Mungkinkah dia selalu ingat hal itu, seperti aku mengingatnya?”. Beribu pertanyaan pun berkelebat di otakku.
“Nih, aku ada coklat. Kata teman ku, Coklat itu bisa menghibur hati kalau lagi sedih dan menyenangkan siapa yang memakannya”. Kataku sambil menyerahkan coklat yang ku ambil lagi dari tasku.
Lalu, Matanya tertuju pada sebuah gelang yang melingkar di tanganku. Sepertinya ada sesuatu yang aneh”pikirku.
“Boleh aku melihat gelangmu?” katanya
Lalu, dia pun mengeluarkan sesuatu dari dompetnya. Dan mencocokkan kalungnya dengan gelangku. Dan ternyata membentuk sebuah gambar Hati dan ada namanya “KIKY”.
“Iyya.. kamu Kiky? Kamu yang dulu memberiku coklat? Apa Betul??” Tanyaku dengan penuh yakin terus menatapnya.
“Iya. Aku Kiky.. Terima kasih ya udah menjaga kalung ini” katanya sambil tersenyum.
“Eitts… Ini sekarang bukan kalung loh. Lebih tepatnya GELANG. Ahahaha..” Kataku ngeles sambil tertawa.
“Iya.. Iya..” katanya
“Iya..” Kataku.
Lalu, kami pun duduk di antara rumput-rumput yang tumbuh berserakan di taman.
“Aku Cinta dan sayang padamu” Katanya mengejutkan ku.
“Maukah kamu jadi pendampingku untuk selamanya?” Katanya lagi.
Aku pun terdiam. Aku masih tak percaya. Aku berpikir ini hanyalah sebuah mimpi dan aku belum bangun dari tidurku.
“Aku juga Cinta dan sayang padamu sejak dulu. Aku mau jadi pendampingmu selamanya” Kataku. Dia pun mencium kedua telapak tanganku.
